Dan pada akhirnya, segala rencana yang telah tersusun rapi pun bisa
berubah jika Allah telah menjalankan skenario-Nya. Bukan berarti bahwa kita
sebagai makhluk-Nya tidak diperintahkan untuk berusaha. Usaha, berdoa dan
tawakkal.
Rabu, 27 Juli 2016
Kenapa Harus Bahasa Arab? (Bag.I)
Rabu, 19 Maret 2014
Fi'il shahih dan mu'tal
A.
Pengertian
Fi’il Shahih dan Mu’tal
Dipandang dari segi jenis hurufnya, fi’il
terbagi menjadi shahih dan mu’tal.
1. Fi’il Shahih
وهو ما كانت حروفه الاصول صحيحة وليست بحروف علة.
Yaitu
fi’il yang huruf aslinya shahih dan bukan huruf ‘ilat.
Contoh : كتب، قرأ
2. Fi’il Mu’tal
وهو ما فى حروفه الاصول شيء من حروف العلة.
Yaitu
fi’il yang huruf aslinya salah satu dari huruf ‘ilat.
Jumat, 07 Maret 2014
Tafsir dan Takwil Al-Qur'an
A.
Pengertian Tafsir
Secara
bahasa, kata tafsir berasal dari fassara yang semakna dengan awdhaha
dan bayyana, -dimana tafsir sebagai mashdar dari fassara-
sebagaimana dengan idhah dan tabyin. Kata-kata tersebut dapat
diterjemahkan kepada “menjelaskan” atau “menyatakan”. Al-Jarjani memaknai kata tafsir
itu dengan al-kasyf wa al-izhar (membuka dan menjelaskan atau
menampakkan). Istilah tafsir dalam makna membuka digunakan baik membuka secara
konkret (al-hiss) maupun abstrak yang bersifat rasional. Al-Qur’an
menggunakan istilah tafsir dalam makna penjelasan, seperti yang terdapat dalam
Surah Al-Furqan (25) ayat 23
“tidaklah
orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan
Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.”
Jumat, 31 Januari 2014
Taflis (Jatuh Bangkrut)
A.
Pengertian Taflis
Al Imam Asy-Syaukani dalam kitab
Nailul Authar mendefinisikan taflis sebagai utang seseorang yang menghabiskan
seluruh hartanya hingga tidak ada yang tersisa sedikitpun baginya karena
digunakan untuk membayar utang-utangnya.[1]
Sedangkan Imam Al Ghazali dalam kitab Al-Wajiz fi Fiqh Asy-Syafi’i menjelaskan
bahwa taflis membahas tentang tuntutan seorang yang memberi utang kepada orang
yang berutang untuk membayar utang-utangnya yang sudah melebihi jumlah hartanya
sendiri karena sudah jatuh tempo pembayarannya.[2]
Senin, 27 Januari 2014
علم اللغة
3. الإعلال بالتسكين
قواعد الإسكان :
يتم اسكان كل من الواو والياء من حروف العلة عن
طريقي : حذف الحركة او نقلها :
Minggu, 26 Januari 2014
Bahasa
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Bahasa Indonesia
Setelah VOC
(Belanda) mengubah taktik hubungan perdagangannya ke dalam hubungan penjajahan,
maka Belanda merasa perlu untuk menggunakan bahasa pengantar dalam penjajahan.
Langkah pertama yang dilakukannya adalah menggunakan bahasa Belanda sebagai
bahasa pengantar penjajahan. Namun, bangsa Indonesia banyak yang tidak mampu
menggunakan bahasa Belanda tersebut, sehingga Belanda mencari alternatif lain
yaitu mencari bahasa daerah setempat yang dapat dijadikan bahasa pengantar
penjajahan. Bahasa pengantar dalam penjajahan sangat penting karena tanpa
bahasa pengantar, penjajahan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Setelah
diadakan penelitian oleh para ahli bahasa dari Belanda, maka dijadikanlah
bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Hal ini disebabkan karena bahasa Melayu
sudah menjadi bahasa perdagangan dan bahasa yang banyak dipahami oleh
masyarakat setempat.
Sejak itu,
bahasa Melayu dijadikan bahasa pengantar penjajahan kedua yang bahasa
pertamanya tentu saja bahasa Belanda. Oleh karena, bahasa Melayu sebagai bahasa
pengantar penjajahan, maka penggunaan bahasa Melayu semakin menyebar luas ke
berbagai pelosok tanah air.[1]
Langganan:
Postingan (Atom)
